Thursday, January 13, 2011

Masa itu semakin dekat..

Bismillahirrahmanirrahim..

Daripada Anas ra berkata, Rasulullah saw bersabda;

“Tidak akan terjadi qiamat hinggalah masa menjadi singkat, masa setahun dirasakan seperti sebulan dan sebulan dirasakan seperti seminggu dan seminggu dirasakan seperti sehari dan sehari dirasakan seperti satu jam dan satu jam dirasakan seperti satu petikan api.”

(HR Tirmizi)


Perkongsian bualan seorang akhwat kepadaku..


“Tak sangkakan ukht, kita dah tempoh jalan tarbiyah ni sampai saat ini.. Kalau diingat kembali detik-detik suka duka, pahit getir yang dah kita lalui hingga Alhamdulillah Allah masih kekalkan kita di atas jalan tarbiyah, di atas jalan dakwah ini..ish..bukan mudah..


Daripada terikut gi taklim, pastu tetiba masuk halaqah, pastu jadi murobbiyah, pastu dapat amanah tuk pegang jawatan dalam medan dakwah dan seterusnya hingga sekarang..


Sedar tak sedar dah berapa tahun dah rupanya..cepat benar masa berlalu..Tapi usia tarbiyah bukanlah menentu segala-galanya. Kematangan dalam menghadapi sesuatu masalah dalam hidup mahupun dalam dakwah bergantung pada kefahaman diri sendiri.


Ada yang dah lama ditarbiyah namun tahap kefahamannya masih seperti ditahap seperti baru disentuh tarbiyah. Namun ada juga yang cepat matang dari segi gerak kerjanya dalam dakwah mahupun dalam kehidupan. Semuanya atas kehendak Allah Ta’ala dan pastinya bertitik tolak daripada kesungguhan dan keinginannya untuk terus memajukan diri."


Ketika membelek-belek risalah-risalah terjumpa pula sebuah hadith tentang ilmu agama akan beransur-ansur hilang.


Daripada Abdullah bin Amr bin ‘ash ra berkata:

Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Bahawasanya Allah tidak akan mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah swt menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila , pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka akan sesat dan menyesatkan orang lain.”

(HR. Muslim)


Setelah masa akan disingkatkan, Allah akan menguji kita dengan kematian sumber rujukan (alim ulama). Na’uzubillahi min zalik..Moga kita tidak berada pada saat dan ketika dunia dilanda fitnah besar.. Kemungkaran melata, yang memimpin menyesatkan pimpinannya..


“…dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” (25:74)


Seperti kata ex-murobbiyah tercintaku,


“Bacalah buku, ukhti..Banyakkan membaca buku..Terutamanya buku sirah. Kita meneruskan hidup ini dengan melihat sirah-sirah Rasulullah dan sahabat sahabiah terdahulu. Dalam meniti usia tarbiyah dan jalan dakwah ini, harus membekalkan diri dengan ilmu. Tanpa ilmu kita akan binasa.”


Jadi, jom kita marathon membaca lebih banyak buku supaya tsaqafah kita meningkat. Antara salah satu ciri-ciri keperibadian muslim bukankah luas pengetahuannya..?


Memetik kepada satu kata-kata:


Waktu terkadang dirasakan cepat bagi yang gundah gulana dan dirasakan pendek bagi yang sedang menikmati kesenangan..


Sementara masih ada waktu yang Allah sisakan buat kita di dunia ini, moga dapat kita manfaat dengan baik kerana kelak kita akan ditanya dengan apa masa kita dihabiskan..? Dengan blogwalking kah? Dengan facebooking kah? Dengan chatting YM @ Gtalk kah? Dengan menonton video di Youtube kah? Astaghfirullah.. Peringatan keras buat diri sendiri yang selalu leka.. Astaghfirullahal ‘azim.. Astaghfirullahal ‘azim.. Astaghfirullahal ‘azim.. Betulkan niat kembali..


Masa itu semakin mendekat dengan kematian dan hari kiamat..

Sunday, January 2, 2011

Sentuhan Seorang Abah..

Bismillahirrahmanirrahim...

Sebuah nukilan buat para bapa khususnya buat abah ana yang menyambut ulangtahun kelahiran pada 1 Januari 2011.. Semoga abah sentiasa sihat dan dilindungi Allah selalu. Semoga panjang umur dan nikmat umur yang Allah beri dapat digunakan dengan sebaiknya..

Seribu kedutan diraut wajahmu

Ku tatap penuh syahdu..

Ternyata rinduku padamu abah

Hanya Tuhan yang tahu

Segala pengorbananmu

Kusanjung hingga tingkat yang terulung

Jerih dan peritmu kau lindung

Daripada pandangan manja anak-anakmu


Kaulah penjagaku wahai abah..

Indah sekali kasih sayang yang kau curahkan

Ingin sekali ku lakarkan potretmu di istana langit ketujuh

Biar sahaja rakyat kayangan cemburu

Kerna kau bagi ku

Adalah sesosok tokoh unggul.


Berguguran dedaunan rahmat kasih Ilahi

Nyaman saat singgah di pipiku

Tanpaku sedari

Ada mutiara-mutiara panas membasahi..

Lantas..

Seraut wajah itu menjelma kembali

Ku bersyukur kerana dapat mencuit secalit kenangan bersamamu

Kerana rasa cintamu jualah

Aku mengenal dunia untuk mengejar cinta Ilahi

Dan menyayangimu buat bekalan menuju firdausi


Aku senang dalam jagaan mu abah..

Terasa syahdu bila sekuntum ciuman singgah di dahiku

Kau bilang padaku

“Jadi anak yang solehah ya anakku..”

Azimat itu kupegang semat..

Kupikul erat

Ku ikat ketat-ketat.


Ku senandungkan puisi ini

Buat pelepas rindu yang terisi

Pada satu sudut istemewa di sanubari

Kaulah ayah mithali

Kan ku bawa kasih sayang yang dihulur ini

Buat pendampingku nanti

Perjalanan menuju Ilahi


Wahai abah tersayang

Semoga dapat ku bawa dirimu

Menjejaki taman firdausi

Merasa nikmat haruman syurgawi

Bersemayam di singgahsana abadi

Saat hidup yang tiada mati

Saat rahmat Allah mencurah-curah tidak terperi


Sebuah lagu buat abah yang merupakan lagu kegemaran anak mu ini..Sayang abah..

Terpanar aku pada sentuhan keramatmu
Mengheret aku mentafsir memori silammu

Dulu ku ragu apa terbungkam dibenakmu

Kini ku tahu apa yang terbuku di hatimu


Surut dedarku pada usapan manteramu

Tunduk ungkalku pada ketegasan dirimu

Terpasak semangat pada keyakinan tekadmu

Keakuranku pada tunjuk dan titah arahanmu


Oh ayah,

Tak pernah ku tanya

Kemana tumpahnya keringatmu

Oh ayah,

Tak pernah ku hitung

Berapa banyak kerutan di dahimu

Yang ku pinta hanyalah kemahuan hatiku

Yang sedaya ayah laksanakan


Kau pendorong bukanlah pendesak

apalagi memaksa diriku

Aku terlorong bukan terdesak
apalagi rasa terdera

Tak terkuis dugaan menduga

Apalagi takdir yang menerpa

Aku mengharap bukan menolak

Apalagi cuba melupa


Lestari kasihmu tanpa batasan

Sempadan waktu yang memisahkan

Abadi hingga ke hujung usia akhiran masa

Sentuhanmu amat bermakna..



Tuesday, December 28, 2010

Jangan Pernah Bosan

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang..
________________________________________________

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahawa Allah bertanya kepada malaikat-malaikat-Nya,

"Bagaimana kalian mendapatkan hamba-hamba-Ku?"

Para malaikat menjawab,
"Kami mendapati mereka bertahmid, bertasbih, berzikir, dan memuji-Mu."

Kemudian Allah bertanya,
"Apakah hamba-hamba-Ku itu melihat Aku?"

Para malaikat menjawab,
"Wahai Tuhanku, merea tidak melihat-Mu."

Allah lantas bertanya,
"Bagaimana seandainya mereka dapat melihat-Ku?"

Malaikat menjawab,
"Seandainya mereka melihat-Mu maka mereka akan lebih bersemangat untuk beribadah, mengagungkan-Mu, memuji-Mu, dan bertasbih kepada-Mu."

Lalu Allah bertanya,
"Apa yang mereka minta?"

Para Malaikat menjawab,
"Mereka meminta syurga."

Allah bertanya,
"Apakah mereka pernah melihat syurga?"

Malaikat menjawab,
"Tidak wahai Tuhanku."

Allah kembali bertanya,
"Bagaimana seandainya mereka dapat melihatnya?"

Malaikat menjawab,
"Seandainya mereka melihat syurga maka mereka akan lebih bersemangat dan lebih giat untuk mendapatkannya."

Allah kemudian bertanya,
"Dari apa mereka memohon perlindungan?"

Malaikat menjawab,
"Dari neraka."

"Apakah mereka pernah melihat neraka?"

Malaikat menjawab,
"Tidak, wahai Tuhanku."

"Bagaimana kalau seandainya mereka melihatnya?"
tanya Allah.

Malaikat menjawab,
"Seandainya mereka melihat neraka maka mereka akan semakin lari dan takut darinya."

Lalu Allah swt berkata,
"Aku persaksikan kepada kalian wahai para malaikat-Ku, sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka."

(HR. Bukhari dan Muslim)
________________________________________________

Subhanallah..Alhamdulillah..wa Laailahaillallah..

Sesungguhnya bagi diri kita yang hina lagi miskin ini tiada sesuatu yang lebih diingini melainkan limpahan cinta dari Allah semata. Wahai kalian semua, mari kita sama-sama memohon perlindungan kepada Allah dari perkara yang sia-sia lagi mungkar.. Astaghfirullah.. Astaghfirullahal 'azim..

Para ulama ada mengatakan:

"Jangan pernah bosan berada di depan pintu Allah walau kalian sudah diusir.
Jika kalian kembali melakukan maksiat sekali lagi maka janganlah bosan untuk berada di depan pintu-Nya.
Jangan pernah berhenti meminta maaf meski ditolak.
Apabila pintu telah dibuka untuk hamba-hamba-Nya yang diterima maka masuklah seperti layaknya anak kecil.
Bentangkanlah tangan kalian dan katakanlah kepada-Nya,
"Wahai Tuhanku, inilah hamba-Mu yang miskin. Maka terimalah, wahai Dzat Yang Maha Penyayang." "

Disaat rasa kejenuhan dalam berharap, dikala terasa berat diri memikul beban dosa yang kian meningkat, sewaktu bahu letih menggalas dunia, pabila merasakan segalanya jadi serba tak kena..Belum lagi menghitung maksiat hati yang tak ternampak zahirnya namun Allah itu Maha Halus dan Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Saat terdetiknya untuk menginsafi diri dan segera bertaubat, maka janganlah merasa tidak layak.. Ingat dan hadam kembali mutiara hadis dan kata-kata ulama di atas...

Jangan pernah merasa bosan kerana hajat tak tertunai
Jangan pernah merasa bosan kerana masih sendirian
Jangan pernah merasa bosan menunggu
Jangan pernah merasa bosan dengan nasib diri tak sebaik orang lain
Tetapi bersangka baiklah dengan apa yang terjadi
Sungguh Allah itu ada percaturannya buat kita
Masih ada yang tersirat belum tersingkap
Teruskan berdoa
Teruskan meratip bertahmid, berzikir dan memuji-Nya
Tersenyumlah pada mehnah yang datang
Semoga kelak kita tergolong dalam golongan yang diampunkan-Nya

Seandainya kita dapat melihat Allah..Seandainya kita dapat melihat indahnya syurga.. Seandainya kita dapat melihat azabnya neraka.. Pastinya kita menjadi seorang muttaqin..satu golongan yang Allah pandang..yang menjadi rebutan.. Semoga aku antara yang terpilih.
Jadi mari kita sama-sama bermujahadah untuk menggapai redha-Nya..

Saturday, December 25, 2010

Syukur dan Kasih sayang

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi parah

Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa menghiris hati

Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaKu


Lagu nyanyian kumpulan nasyid The Zikr-Mengemis Kasih merupakan lagu motivasi buat diri yang selalu leka. Bagi ana, lagu ini selalu menjadi peneman & pemangkin untuk muhasabah diri yang sering melakukan dosa saban hari & kadang-kadang lupa untuk mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat yang dikurniakan.

Alhamdulillah..teringat satu diskusi bersama akhwat, berbincang tentang erti syukur..katanya,

Kalau fikir balik, ana rasa ana lah orang yang paling banyak perlu bersyukur. Banyak yang Allah dah bantu ana. Lepas graduate, terus dapat kerja..banyak lah yang Allah mudahkan..

Bagi ana pula..benar sekali katanya..Ana juga antara hambaNya yang seharusnya mengungkapkan rasa syukur padaNya..banyak perkara yang Allah mudahkan dan beri. Kasih sayang ibu bapa yang tiada pernah bertepi bahkan semakin melimpah, ukhwah sesama rakan, hubungan silaturrahim yang erat dengan pensyarah, keluasan pintu rezeki yang Allah buka dan cinta hambaNya yang mencintaiNya..

Terkadang pastinya hati terusik andai merasa diri menjauh dari CINTANYA..sedih kerana mata ini terkadang gersang untuk mengalirkan airmata keinsafan. Manusia itu mudah lupa dengan nikmatNya..

Pernah akhwat berkata,

Enti perlu banyak bersyukur, banyak yang Allah mudahkan jalan hidup enti. Kalau ikutkan ramai akhwat yang ada masalah dengan famili terutama yang tidak memahami tugas kita sebagai da'i.. tapi enti tak de masalah atau mungkin tak sebesar masalah akhwat lain bahkan famili banyak bantu jalan dakwah enti.

Dari sisi akademik pula, walaupun kita kadang-kadang ada masalah akademik tapi bila kita jaga hubungan dengan pensyarah, itu bukan perkara yang susah.. Alhamdulillah, Allah bantu enti dari sisi itu..
Bersyukurkah kita?

Subahnallah..Alhamdulillah..Lailahaillah..


Ya Allah, bantu aku untuk menjadi hambaNya yang paling banyak bersyukur.. Aku mohon jangan Kau uji dengan sesuatu yang tak mampu aku tanggung..Engkaulah sebaik-baik sandaran..

Rasa terpanggil untuk sama-sama renungi lirik lagu kasih sayang nyanyian kumpulan Raihan..(tiba-tiba teringat akan memori ketika IIC 2009 - best sangat).. Buat akhwat sekalian, ingatlah dengan kasih sayang Allah kita berukhwah, dengan kasih sayang Allah jualah kita masih di sini, memegang amanah dan menjadi penyambung rantai perjuangan Nabi saw.. dan bersyukrlah atas kasih sayang yang Allah limpahkan pada kita semua.. Sungguh pun kita berlainan wadah dan jauh dari sisi jasad dan zahiriah tapi jangan kita lupa doa rabitah yang sering diucapkan di bibir menjadi penguat kita..

Wallahua'lam.

Kasih sayang itu titi
Kasih sayang penghubung hati

Kasih sayang itu tali
Kasih sayang pengikat diri


Dari kasih timbul simpati

Dengan sayang ada persaudaraan

Kerana kasih ingin berbakti

Saling sayang ma'af mema'afkan


Kasih sayang itu baja

Kasih sayang penyubur jiwa
Kasih sayang itu penawar

Penguat cinta penghapus duka


Kasih manusia sering bermusim

Sayang manusia tiada abadi

Kasih TUHAN tiada bertepi
Sayang
TUHAN janji-NYA pasti


Tanpa kasih sayang TUHAN

Tiada simpati tiada persaudaraan

Tanpa kasih sayang TUHAN

Tiada bakti tiada kema'afan


Kasih sayang pada semua

Kasih sayang sesama kita

Kasih sayang oooo dunia
Moga selamat di Akhirat sana

Sunday, December 5, 2010

Teka-Teki Imam Al-Ghazali

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya ( Teka Teki ) :

Imam Ghazali = " Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?"
Murid 1 = " Orang tua "
Murid 2 = " Guru "
Murid 3 = " Teman "
Murid 4 = " Kaum kerabat "
Imam Ghazali = " Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).


Imam Ghazali = " Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?"
Murid 1 = " Negeri China "
Murid 2 = " Bulan "
Murid 3 = " Matahari "
Murid 4 = " Bintang-bintang "
Iman Ghazali = " Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU.
Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan
perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama".


Imam Ghazali = " Apa yang paling besar di dunia ini?"
Murid 1 = " Gunung "
Murid 2 = " Matahari "
Murid 3 = " Bumi "
Imam Ghazali = " Semua jawapan itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka."


Imam Ghazali = " Apa yang paling berat di dunia? "
Murid 1 = " Baja "
Murid 2 = " Besi "
Murid 3 = " Gajah "
Imam Ghazali = " Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah."


Imam Ghazali = " Apa yang paling ringan di dunia ini ?"
Murid 1 = " Kapas"
Murid 2 = " Angin "
Murid 3 = " Debu "
Murid 4 = " Daun-daun"
Imam Ghazali = " Semua jawapan kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat "


Imam Ghazali = " Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? "
Murid- Murid dengan serentak menjawab = "Pedang "
Imam Ghazali = " Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasan saudaranya sendiri "

sumber: http://sobahicairo.blogspot.com/

Sunday, November 14, 2010

Mencipta Memori Terindah Bersama Akhwat..


"Demi Tuhan yang diriku berada di tangan-Nya, kamu tidak akan boleh masuk ke dalam syurga sehingga kamu beriman; dan kamu tidak beriman sehingga kamu saling mencintai. Mahukah aku tunjukkan suatu amalan yang jika kamu mengerjakannya, nescaya kamu akan saling mencintai? Iaitu sebarkanlah salam di antara kamu."
(H.Riwayat Muslim no.54)

"Ukht, ada akhwat lain yang tahu enti buat IC harini?"

"Entah la..rasanya ada bagitahu tapi time ramai-ramai la.. Kenapa?"

"Tak de la..tadi ada akhwat tanya kita pegi mana.. Pastu ana cerita la kita makan berdua tengah hari tadi sememtara nak buat IC.."

"Jadi..?"

"Akhwat kata..'Huyyoo..makan berdua sama-sama..keluar berdua sama-sama..'.."

"Apa masalahnya.. ? Kan lesen ana pun hilang.. Enti la yang kena bawa ana..Apa yang peliknya? Mesti la berdua dengan enti, lagipun kita naik motor je kan..?"

"Tak de la..sebab kita berdua je kot..macam kekasih pulak"

"Akhwat..akhwat... Tak pe la..sekarang boleh la ana selalu berdua dengan enti.. nanti belum tentu boleh sekerap ini.."

__________________________________________

Itu la namanya ukhwah.. Ta'aruf, Tafahum, Ta'awun & Takaful.. Bila ditimpa musibah, yang lain segera membantu.. Since di tarbiyah, ana bersyukur dapat mengenal sesosok tubuh bernama 'akhwat'.. Sebuah ciptaan Allah yang sungguh unik.. Tak sama memori ana bersama rakan sekolah rendah, rakan sekolah menengah, rakan di Matrikulasi hatta rakan sekuliah di Universiti..

Penah akhwat UTM di label sebagai akhwat yang syadid.. Ye ke?? Kena betulkan statement tu balik.. Mungkin akhwat sangat-sangat menjaga diri dan hati dari segala hal..

Cuba kita fikir dan renungkan..Pernah tak terlintas dalam hati & fikiran.."Letihnya layan karenah akhwat.."..?? Astaghfirullah..mungkin sang syaitan sedang berpesta meriah mencucuk-cucuk hati agar rasa cinta & kasih sayang orang beriman sesama mereka luntur.. Kata mahu jadi orang beriman..Nah..sekarang untuk berlapang dada pun susah apatah lagi impikan ukhwah sebagaimana sahabat sahabiah..

Banyak sangat memori terindah bersama akhwat sepanjang ditarbiyah pernah terlakar dalam ingatan ini.. Sehingga rumah akhwat dapat kami miliki..HADIM..(Hadiqatul Iman - Taman Iman)..

Pernah akhwat berkata..

"Sekarang la nak cipta banyak kenangan manis bersama akhwat..sementara masih bujang.. nanti mungkin kena bahagi-bahagi.."

Semoga masa yang ada..sementara HADIM masih wujud.. kita sama-sama dapat mencipta memori terindah yang bisa membasahkan hati dan ingatan ketika usia senja*..

*entah kenapa mood sedih je ni..

"Ya Allah jadikanlah hamba-Mu ini dicintai pada hati orang yang beriman dan jadikanlah mereka menyintai orang yang beriman."
(H.Riwayat Muslim no.2491)